Potret Keberhasilan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kendari
KENDARI – Memasuki tahun ketiga perjalanannya, Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Kendari telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap pendidikan di Sulawesi Tenggara. Sebagai salah satu sekolah penggerak dan pionir di Sulawesi Tenggara - Kota Kendari, SMA Negeri 1 Kendari terus mematangkan adaptasi pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan memanfaatkan ekosistem digital secara optimal.
Konsistensi Menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM)
Salah satu kunci keberhasilan SMAN 1 Kendari dalam tiga tahun terakhir adalah Imlementasi Pembelajaran mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan dan Artifisiak secara masif. PM bukan sekadar alat bantu, melainkan kompas bagi para guru untuk menyelaraskan persepsi mengenai filosofi merdeka belajar.
Penerapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Dalam kurikulum ini, istilah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) telah bertransformasi menjadi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Di SMAN 1 Kendari, penerapan KKTP dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis dan diagnostik.
Guru tidak lagi hanya melihat angka mati di akhir semester, melainkan memantau progres siswa melalui:
"Selama tiga tahun ini, tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir. Namun, dengan bantuan PMM dan kejelasan indikator dalam KKTP, kami melihat siswa jauh lebih aktif dan guru lebih kreatif dalam mengajar," ujar salah satu tenaga pendidik SMAN 1 Kendari.